Senin, 12 November 2012

Galau Tingkat Dewa

Kata banyak orang, kalau ga galau berarti ga manusia. Lah… Kenapa begini? Gue, jujur di kata, ga suka dengan orang yang galau. Energi yang terpancar dari tulisan-tulisan mereka negatif, pemikiran mereka negatif. Kalau ga negatif, ya sedih.Bukannya gue ga suka dengan adanya emosi tapi, ya, galau ga akan bawa lo kemana-mana. Masalah ga akan hilang dengan lo menjadi galau. Lagipula bukan lo satu-satunya orang yang punya masalah di dunia ini. Coba tarik pandangan lo keluar, masih banyak kok yang punya masalah juga.
I have a couple rule-of-thumb when it comes to being “Galau”:
1. Galau tidak boleh lebih dari 5 menit. Why? Karena kalau lo terlalu lama berada dalam kondisi yang down, kapan lo bisa jadi kuat? Yang lo butuhkan sekarang kalau memang sedang dalam masalah adalah mencari penyelesaian masalah itu bukan memupuk persaan penyesalan. Mau sedih selamanya, masalah akan tetap ada. Galau lima menit itu acceptable karena memang semua orang pasti ada waktu down, pasti butuh waktu untuk menangis, untuk mengeluarkan emosi. Tapi masalah ga akan bisa diselesaikan dengan emosi. Jadi lepaskan lah semua itu dulu, nangis lima menit, marah marah lima menit, diam lima menit. Habis itu you got to get back up on your two feet and face the problem. Kalau ga lo ga akan kemana-mana. Dijamin.
2. Kalau galau, lebih baik seluruh dunia tidak usah di beri tahu, saudara-saudara. Lemah itu memang tidak salah. Semua orang punya cerita, semua orang menderita every now and then. Tapi itu adalah struggle lo sendiri. Solve it on your own and then you would have personal strength. Ga semua penyelesaian datang dari orang lain atau faktor-faktor external. Sometimes all it takes is a little quite time with you, your mind, and your heart.
3Jangan pasang lagu yang equally sad. Bikin kesel ini kadang-kadang. Udah tau sedih, pasang lagu sedih. Get your feet right back up and pump your blood back to your head. Hal terakhir yang lo perlu adalah lagu-lagu mellow yang menjatuhkan lo lagi kedalam lubang kegalauan.
4. Call your bestfriend, the person who you can rely on. Cari satu orang, SATU orang, yang bisa lo jadikan sebagai sanggahan kekuatan. Tapi lo harus bear in mind kalau manusia ga bisa selalu selamanya bersama lo. Tapi secara kita diciptakan sebagai mahluk sosial, its wise untuk punya satu orang yang bisa di percaya dan di andalkan. Kenapa cuma satu orang? Karena people talk. Makin banyak orang tau, makin besarlah masalahmu. You want to avoid this situation at all cost karena kalau tidak masalah lo yang sebenarnya tidak sebesar apa yang lo kira, menjadi besar daaann… menjadi bahan omongan orang.
5. When all fails, get down on your knees and pray. Kenapa? Karena kadang-kadang masalah yang kita hadapin ga akan ada solusinya. Its too big for us to solve, its too big for anyone to solve. Biarpun lo cerita ke sejuta umat, mereka tidak akan bisa menyelesaikan masalah itu untuk lo. Sometimes you are faced with situations where you are at a point where you feel most alone, and THAT, my friend, is when you would have to toughen up and fight your own battle. Ga akan ada elemen external yang akan bisa menolong lo. Drugs, alcohol, you name it, tidak akan menyingkirkan masalah. Mungkin untuk semalam lo bisa lupa tentang masalah lo but when you wake up the next day with a massive hang over, the problem would still be there. Dan pada saat itu, lo akan harus mengambil keputusan whether to go back to being galau and find a stronger substance to help you forget atau lo akan menguatkan diri lo dan mulai membereskan the mess you’ve made. Keputusan akan ada di tangan lo.
Merasa down itu is a very human behaviour. Semua pasti pernah tapi some choose to get back up in order to walk further in treading the road to life sementara beberapa orang memilih untuk tinggal diam di dalam mentalitas kesedihan dan self-pity. Semua keputusan ada di tangan lo, selalu. Hidup ini kan punya lo. Hak ada di tangan lo. Question is apakah lo mau jalan lebih jauh, mendaki gunung kehidupan yang lebih tinggi? Mau jadi sukses dalam hidup? Mau mejadi penyelesai masalah? Mau berprestasi? Ga gampang. Pasti akan ada waktu dimana lo akan di tampar kiri-kanan dengan kekerasan kehidupan, dan di situ adalah tempat penentuan seberapa layaknya sih lo bisa kuat menghadapi kehidupan yang sebenarnya.

Senin, 05 November 2012

Anak Gaul

1. Anak Gaul Generik

Anak gaul generik adalah anak gaul paling standart. Model-model yang kamu temukan di mall-mall gitu deh. Biasanya sih mereka dapet julukan gaul karena mereka adalah anak-anak yang paling populer di SMA/universitas mereka. Sebenernya pergaulannya sendiri belum tentu keluar dari lingkungan SMA/universitas mereka sih, tapi paling gak bentukannya tuh udah gaul abis gitu.
Kalimat Standart: “Eh geelllaa kemaren gue liat baju lucu abesss gheeetooo..”
Musik Favorit: Apapun yang lagi sering diputer di radio. 

2. Anak Gaul Hipster

Anak gaul hipster adalah evolusi dari anak gaul generik. Biasanya mereka bermula dari populer di SMA/universitas, tapi kemudian menemukan culture yang dianggap lebih asik kemudian menganggap bahwa menjadi anak gaul generik itu terlalu mainstream. Biasanya anak gaul hipster ini bisa kamu jumpai di butik-butik clothing lokal (yang mahal), tempat-tempat sepeda (yang mahal), festival film, dan tentunya konser band yang kamu gak pernah denger. Mereka suka sesuatu yang kamu gak pernah denger. Kalo kamu sampe suka hal itu, mereka udah gak suka lagi. Kemana aja kamu saat mereka suka itu?
Kalimat Standart: “Eh lo nonton [masukkan nama band yang gak pernah kamu denger di sini] gak? Gue sih dapet invitation. 
Musik Favorit: Apapun yang kamu gak pernah denger.

3. Anak Gaul Beneran

Anak gaul beneran adalah seseorang yang beneran gaul dalam arti yang sesungguhnya. Dia kenal buanyaaaaaak banget orang dari berbagai kalangan dan dia sendiri juga dikenal buanyaaaak banget orang dari berbagai kalangan. Kamu bisa minta contact siapapun dari tipe anak gaul yang satu ini. Kalaupun dia gak kenal satu orang, entah bagaimana pasti dia kenal orang lain yang kenal orang ini. Pokoknya bikin minder deh.
Kalimat Standart: “Ibas? Oh gue kenal. Mau nomer teleponnya?”
Musik Favorit: Apa aja sih, mulai dari yang populer sampe yang kamu gak tahu.

4. Anak yang Ngakunya Gaul

Anak yang ngakunya gaul adalah seseorang yang mengaku ke orang-orang kalo dia kenal banyak orang, tapi sebenernya dia gak dikenal siapa-siapa. Jadi mungkin dia pernah kenalan sama orang penting A, tapi kenalannya ya cuma gitu-gitu aja. Gak ngobrol juga. Cuma salaman bukan berarti tuh orang penting bakal inget kamu juga dong?
Kalimat Standart: “Oh gue kenal tuh sama Adrie Subono! Gue pernah kenalan. 5 tahun yang lalu. Iya pas lagi konsernya JAVA gitu. Gue salaman. Foto bareng gitu deh. Tau deh dia masih inget gue apa nggak.”
Musik Favorit: Semua yang keren-keren, tapi pas lagunya diputer gak bisa nyanyi.

Sumber: http://malesbanget.com/2011/12/4-tipe-anak-gaul/#ixzz2BPtvjLwH
Copyright Malesbanget.com 2012
Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial No Derivatives